Penjelasan mengenai uji coba alat Rizor

“Pola pengujian haruslah bersifat ADIL baik bagi Klien maupun Rizor”

Pengertian apple-to-apple seringkali digunakan oleh banyak pihak, tapi sepertinya filosofinya belum tentu sama dengan apa yang dimaksud oleh Rizor. Sebagai informasi, yang dimaksud oleh Rizor sebagai pengujian yang apple-to-apple adalah pengujian haruslah dilakukan terhadap MESIN yang SAMA serta POLA PEMBEBANAN OPERASI yang SAMA pula.

Sebagai contoh, pengujian yang dilakukan oleh Rizor untuk pemasangan alat di kendaraan seperti mobil atau mobil adalah sebagai berikut:

· Mobil dijalankan dengan menggunakan bahan bakar solar sebanyak 1 (satu) liter yang diletakkan dalam jerigen yang telah diberi ukuran sebagaimana layaknya botol ukur.

· RPM tidak boleh melebihi angka 2,000 pada tiap percepatan gigi.

· Kecepatan maksimum yang diijinkan adalah 80 km/jam.

· Sebelum pengukuran dilakukan, Odometer di-reset pada posisi 0 (nol) km.

Proses pengukuran dilakukan dengan menjalankan mobil sesuai ketentuan di atas, kemudian dipantau pertambahan kilometer dan berkurangnya bahan bakar solar pada jerigen. Selanjutnya mobil dijalankan sampai pada posisi bahan bakar solar pada jerigen benar-benar habis dan mobil harus berhenti untuk melihat seberapa jauh kilometer yang telah ditempuh pada Odometer.

Dari pengukuran Standar pada mobil tersebut katakanlah diperoleh hasil konsumsi BBM sebesar 8.0 km (delapan kilometer) per liter.

Setelah pengukuran konsumsi bahan bakar dalam kondisi Standar diperoleh, kemudian dilakukanlah pemasangan alat Rizor pada mesin mobil. Setelah pemasangan alat selesai, dimulailah proses pengujian pemakaian BBM pada mobil tersebut dalam kondisi sudah terpasang alat Rizor.

Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui berapa jarak yang ditempuh oleh mobil dengan cara yang sama persis dengan ketentuan pengujian Standar dalam posisi alat Rizor yang sudah terpasang. Syukur-syukur rute yang dijalanipun benar-benar sama.

Dari pengukuran menggunakan alat Rizor pada mobil katakanlah diperoleh hasil konsumsi BBM sebesar 9.0 km (sembilan kilometer) per liter.

Berdasarkan kedua hasil pengujian tersebut di atas, maka mobil tersebut mengalami efisiensi pemakaian BBM sebesar 12.50% (dua belas koma lima puluh persen). Hasil tersebut dijadikan landasan bagi Klien dalam menerbitkan Berita Acara Efisiensi yang kembali harus ditandatangani oleh pihak lapangan Klien dan Rizor.

Begitu pula halnya di genset (pembangkit). Pertama-tama, kami akan meminta kepada calon Klien untuk memberikan:

  • Spesifikasi mesin yang akan dipasangkan alat Rizor
  • Data operasional harian pemakaian BBM tiap mesin untuk periode 3 – 12 bulan terakhir

Dengan mengasumsikan kebenaran data yang diberikan Klien, maka langkah berikutnya adalah melakukan perhitungan RATA-RATA pola pembebanan operasi mesin tersebut selama periode tersebut di atas, barulah kami melakukan survey lapangan untuk:

  • melihat secara langsung kondisi mesin
  • melihat kondisi ruang pembangkit
  • melakukan pengukuran-pengukuran yang dibutuhkan
  • melakukan pengujian konsumsi BBM dengan pola pembebanan rata-rata hasil perhitungan berdasarkan data yang diterima

Bila ternyata setelah dilakukan pengujian saat survey terdapat ketidaksamaan hasil antara data dengan pengujian langsung di lapangan, maka hasil yang akan digunakan adalah hasil pengujian kami secara langsung di lapangan. Hasil pengujian lapangan tersebut akan digunakan sebagai acuan STANDAR sebelum dipasangkan alat Rizor dan ditandatangani oleh pihak lapangan Klien dan Rizor.

Setelah alatnya selesai kami buat, barulah kami akan melakukan pengujian kembali dengan kondisi alat Rizor yang sudah terpasang di mesin yang sama dengan pola pembebanan yang sama seperti pada waktu Standar. Hasil dengan kondisi terpasangnya alat Rizor pun harus dibuatkan berita acaranya dan ditandatangani oleh pihak lapangan Klien dan Rizor.

Perbedaan hasil antara Standar dengan terpasangnya alat Rizor itulah yang akan dijadikan hasil efisiensi resmi yang nantinya merupakan landasan bagi Klien dalam menerbitkan Berita Acara Efisiensi yang kembali harus ditandatangani oleh pihak lapangan Klien dan Rizor.